Menurut pengalaman dan pemahaman saya bahwa untuk bisa memaksimalkan kempampuan kita dalam berusaha meraih
sukses adalah dengan menerapkan cara berfikir yang santai, tapi dalam hal ini bukan di artikan santai yang malas dan kurang dinamis, seperti halnya rakyat indonesia yang masih kolot mengartikan kata komunis sebagai golongan orang yang tak ber-Tuhan ,padahal komunis adalah sebuah ideologi demokrasi bukan masalah agama.
Sampai sekarang ilmu pengetahuan modern telah mengakui dan membuktikan teori-teori kuno seperti yang di kemukakan para ahli filosofi
TAO dari China,bahwa konsentrasi dan intuisi dari kecerdasan tertinggi akan bisa di capai dalam kondisi
pikiran rileks (relax) atau
santai ,jadi se-semangat atau semenggebu-gebu apapun emosi kita tapi otak pikiran harus tetap dingin-rileks-santai , atau lebih jelasnya
hati panas dan penuh semangat tapi kepala dingin dan rileks, maka itulah kekuatan atau potensi terbesar dari diri kita (pikiran kita) akan bekerja secara maksimal.
Kesalahan dalam hal pola atau cara berfikir bisa mengakibatkan kesalahan dalam mengambil keputusan vital yang menyangkut masalah pokok kehidupan, kadang keputusan atau tindakan sepele bisa berakibat tidak sepele ,
kadang segala sesuatu tak semudah yang kita bayangkan, dan kadang segala sesuatu tak sesulit yang kita bayangkan .Bila kita menganggap sesuatu itu mudah atau sulit berarti pikiran kita belum santai dan dari sudut pandang agama juga perlu di pertanyakan keimanannya(ketawakal-an-nya).
Santai adalah realistis dan sifat alamiah manusia , jika di tanya pada hati nurani yg sebenarnya siapa manusia yang mau cari capek,repot,ribet,njelimet.....
Pola atau system pendidikan di indonesia (masih banyak yang menggunkan kurikulum Belanda) telah menciptakan/membentuk pola pikir sebagian besar masyarakat indonesia yang cenderung berfikir tidak realistis , contoh nyata: seorang anak di sekolahkan
12 tahun lamanya dari SD sampai SMU-SPK dan hasil ilmu yang di peroleh kebanyakan "NOL" dan kalaupun dapat kerja kelasnya buruh/budak yg tak di hargai nilai kerja dan upahnya , padahal biaya 12 tahun utk sekolah bisa buat modal buka warung pecel lele 15 tempat ...yah pola pendidikan yang cara mendidiknya ibarat memasukan sesuatu ke tempat sampah alias tak penting apa yg di masukan dan setelahnya gimana, pokoknya kurikulum habis, dapat duit/di gaji-bayar, selesai. kebiasaan berpendidikan dan cara kerja seperti ini yang telah kuat mengakar dan membudaya dan membentuk pribadi-pribadi yang cenderung pasrah serta menunggu keberuntungan di banding ber-inovasi (kecurangan,kelicikan,tak punya malu dan harga diri, dan sejenisnya merupakan efek serta perwujudannya).
Hubungannya masalah bahasan santai ini dengan masalah
SEO dan ngeblog tentu jelas dan berbanding lurus (kata guru fisika), yaitu kondisi psikologis dan cara-pola berfikir seseorang akan jelas menentukan dan menjadi ukuran aktivitas dan kesuksesan di dalam menerapkan segala teknik blogging.
Tips santai dunia akhirat: 1- Mengucapkan syukur (cukup dalam hati) sebelum memejamkan mata tidur, atas segala nikmat dan rahmat Tuhan yang telah di berikan sepanjang hari dan sepanjang hidup (karena kita semua dulu awalnya datang kedunia ini bugil/tak membawa materi dan ilmu).
2- Mengucapkan syukur atas udara pertama yang di hirup, bahwa masih bisa dan punya kesempatan untuk menikmati dunia beserta isinya setiap bangun tidur.
3- Jika 2 hal di atas di jalankan dan dengan hati dan pemahaman yang ikhlas , niscaya hati dan pikiran kita akan tenang dan semakin menjadi kokoh dan kuat untuk memecahkan segala permasalahan yang di hadapi dlam hidup, termasuk masalah ngeblog.
Semoga bermanfa'at
Iwan Rachmanto